Sudah Bosan “Teriak” di Iklan? Saatnya Beralih ke Strategi yang Disukai 42% Marketer Ini

Facebook
Twitter
LinkedIn
Threads
Facebook
Twitter
LinkedIn
Threads

Table of Contents

Pernahkah Anda merasa seperti berteriak di pasar yang ramai atau merasa sudah bosan? Anda pasang iklan di sana-sini, berikan diskon besar-besaran, tapi tetap saja suara Anda tenggelam. Tenang, Anda tidak sendiri. Para pemasar global juga merasakan hal yang sama. Kabar baiknya, mereka telah menemukan kompas baru, dan arahnya jelas: Strategi Brand Building 2026.

Bayangkan ini: Sebuah toko roti kecil di sudut kota. Setiap hari ia mengeluarkan uang untuk memasang spanduk “Diskon 50%!”. Pengunjung datang, membeli, lalu pergi. Begitu diskon habis, toko itu sepi kembali. Lain halnya dengan toko roti di seberang jalan. Ia tidak hanya menjual roti, tetapi juga aroma nostalgia, kehangatan rumah, dan senyuman ramah yang sama setiap pagi. Pelanggannya datang bukan karena diskon, tapi karena mereka mengingat rasa bahagia di sana.

Nah, Strategi Brand Building 2026 persis seperti toko roti yang kedua. Ini tentang menciptakan aroma yang membuat orang selalu ingat, bahkan tanpa Anda berteriak.

Mengapa Sekarang? Sebuah “Perang” yang Tak Lagi Bisa Dimenangkan dengan Uang

Selama bertahun-tahun, kita disibukkan dengan performance marketing—berlomba membeli klik, menawar kata kunci, dan mengejar konversi instan. Ibarat pertandingan sepak bola, kita hanya fokus pada bagaimana bola masuk ke gawang, tanpa peduli membangun tim atau strategi permainan.

Akibatnya? Lapangan (pasar) kini semakin padat. Harga tiket masuk (biaya iklan) melambung tinggi. Anda bisa saja terus mengeluarkan uang lebih banyak, tapi ada batasnya. Di sinilah titik balik terjadi.

Data terkini mengungkapkan sebuah pergeseran gunung es. Sebanyak 42,1% marketer akan memprioritaskan brand building di tahun 2026. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan mereka yang masih terpaku pada performance marketing (21,4%). Angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah kompas yang menunjukkan ke mana arah angin pemasaran berembus.

Lebih dari Sekadar Iklan: Membangun “Rumah” di Benak Konsumen

Lalu, apa sebenarnya yang dikejar oleh para marketer ini? Jawabannya sederhana: Mental Availability, atau dengan kata lain, “Rumah di benak konsumen”.

Performance marketing adalah seperti menyewa hotel. Anda membayar, Anda mendapat kamar (klik) untuk satu malam (transaksi). Tapi begitu check-out, Anda tidak punya apa-apa.

Brand building adalah membangun rumah Anda sendiri. Butuh waktu, biaya, dan tenaga. Hasilnya tidak langsung terasa. Tapi setelah rumah itu berdiri, orang akan tahu alamatnya. Mereka akan datang sendiri saat membutuhkan “tempat tinggal”. Bahkan, mereka akan merekomendasikan rumah Anda pada teman-temannya.

Inilah sebabnya mengapa produk yang hebat saja tidak cukup. Anda butuh cerita yang membuat produk itu dikenal. Iklan yang mengonversi hanyalah pintu, tapi branding-lah yang membuat orang tahu ke mana harus pergi dan mengapa mereka harus masuk.

Empat Langkah Praktis Membangun “Benteng” Brand Anda di 2026

Jangan khawatir, membangun brand bukanlah sihir. Ini adalah disiplin yang bisa dipelajari. Berikut empat langkah awal yang bisa Anda praktikkan:

  1. Pisahkan Uang Saku dan Uang Belanja (Rebalancing Anggaran)
    Buatlah dua “kantong” terpisah. Satu kantong untuk kebutuhan sehari-hari (iklan yang targetnya jualan hari ini). Satu kantong khusus untuk investasi jangka panjang (konten, hubungan masyarakat, kegiatan yang membangun reputasi). Jangan pernah mencampurnya.
  2. Berhenti Berteriak “Beli!”, Mulailah Bercerita (Fokus pada Pesan Unik)
    Jika selama ini pesan Anda selalu “Beli Sekarang! Diskon Terbatas!”, cobalah tarik napas. Buatlah pesan yang berbeda dan mudah diingat. Apa satu hal yang hanya brand Anda yang bisa katakan? Temukan suara khas itu dan ulangi dengan konsisten.
  3. Bangun Memori, Bukan Sekadar Klik (Investasi Jangka Panjang)
    Pilih saluran yang memungkinkan orang mengingat Anda lebih lama. Sebuah artikel mendalam, podcast, atau video inspiratif bisa membekas lebih lama daripada banner iklan yang berlalu dalam dua detik.
  4. Konsisten Itu Membosankan, Tapi Menguntungkan
    Membangun brand itu seperti menanam pohon. Anda harus menyiramnya setiap hari, meskipun belum juga berbuah. Konsistensi dalam visual, nada bicara, dan nilai-nilai adalah kunci utama agar brand Anda “dikenali” di mana pun ia muncul.

Sebuah Renungan di Akhir Tahun

Menariknya, data juga menunjukkan hanya 8,8% marketer yang fokus pada inovasi produk baru. Ini bukan berarti inovasi mati. Justru, ini adalah pengakuan bahwa kita sering terlalu sibuk membuat “mainan baru” hingga lupa merawat dan memasarkan “mainan lama” yang sebenarnya sudah hebat.

Tahun 2026 akan menjadi tahun para “pembangun”, bukan sekadar “penyewa”. Mereka yang berani mengalihkan sebagian energinya dari mengejar klik ke membangun kenangan, adalah mereka yang akan memenangkan hati konsumen.

Jadi, pertanyaan untuk Anda: Apakah Anda masih sibuk menyewa kamar di hotel orang lain, atau sudah waktunya mulai membangun rumah Anda sendiri? Karena pada akhirnya, rumah adalah tempat orang ingin kembali, bukan sekadar singgah. Mulailah merancang fondasinya hari ini, agar esok brand Anda bukan hanya dilihat, tapi selalu diingat dan dirindukan.

TRISNA LESMANA

INSIGHT LAINNYA